Riset kehidupan memberikan perspektif realibilitas sebagai maknawi tercurahnya nilai keunggulan hidup yang berdimensi ganda, yaitu terbangunnya kebersamaan dan kompetensi. Suatu organisasi yang mengelola clinical pathway kehidupan, membutuhkan kompetensi personalnya, memiliki kemampuan mengelola hidup yang berdampak memercikkan potensinya ke strata jenjang dibawahnya, dan memperkuat “bone” strata diatasnya.

Nilai kebersamaan memaknai energi potensial organisasi menderas suatu efek menetes, diharapkan secara gradual energi yang terpancar secara bottom up bergerak kearah kesejahteraan hidup, mengisi kanal-kanal jejaring orang tidak mampu, sehingga secara kolateral pelayanan terhadap masyarakat tidak mampu, dapat terajut secara berkesinambungan.

Perspektif Reliability adalah sejauh mana mengorganisasi rumah sakit dengan sistem lingkungannya, mengembangkan sistem pelayanan yang handal dan memiliki nilai keunggulan, dengan mereduksi ketimpangan (error) yang terjadi. Kunci dari konsep reliability rumah sakit adalah kebersamaan dan kompetensi.

Kebersamaan memiliki nilai aplikasi lapangan yang dibangun secara berjenjang dari setiap strata petugas pelayanan (bottom up) namun dapat memercik keatas terhadap strata jenjang  berikutnya.

Dalam konsep  reliability terdapat dua pendekatan. Pendekatan pertama adalah trickle down effect , melalui kebersamaan yang dibangun oleh manajemen rumah sakit, kebijakan yang berorientasi untuk kesejahteraan komunitas rumah sakit, diharapkan berefek terhadap peningkatan pelayanan kepada pasien.

Trickle down effect berpengertian adanya penetesan bertahap dalam membangun kebersamaan dan kompetensi. Kelemahan konsep ini, tergantung dari visi dan misi dari manajemen rumah sakit. Jika terjadi penggantian pimpinan manajemen rumah sakit, terjadi perubahan dalam orientasi pelayanan di rumah sakit.

Konsep kedua yang diajukan adalah community and cultural up effect. Pendekatan ini murni beranjak dari bawah yang berjalan secara natural dalam membina kebersamaan dan kompetensi. Diharapkan melalui suatu proses learning by doing, pelatihan, edukasi dan mekanisme umpan balik peningkatan kemampuan pelayanan,  memedarkan percikan-percikan kebersamaan yang diharapkan akan berdampak pleitropic effect dengan membuat kanal kanal kolateral dari sumbatan yang terjadi dalam efektifitas pelayanan.

Konsep community and cultural up effect memiliki kelemahan jika pagar pengendalian tidak dibuat dengan organisasi yang kuat. Konsep ini membutuhkan penguatan sistem pengendalian dengan basis lapangan sehingga terbentuk kultur untuk membangun reliability.

Kesimpulan : Riset kehidupan yang dibangun dengan kompetensi dan kebersamaan akan mengurai kanal dan kolateral masyarakat tidak mampu untuk berdiri tegak dengan kemandiriannya. Kompetensi dan Kebersamaan menjadi ‘ikon’ penting, sejauh mana rumah sakit mendayagunaan potensi dan energinya untuk ‘ber effect’ efektifnya mutu pelayanan.

Demikian sharing ke 8, Riset Kehidupan dan Mutu Rumah Sakit…….

Bagikan
Translate »