Oleh :

Soroy Lardo

            Pernahkah kita berpikir dan bermuhasabah peran hidup yang dijalankan saat ini, jejak digital inovasi akal, kalbu dan amal yang kita tapakkan, sebagai suatu metabolisme kesehatan bangsa ? Rantai kontemplasi sepertinya perlu kita runut, sedikit demi sedikit, bahwa konsep hidup sehat kini dan esok menjadi tautan utama. Konsep hidup sehat adalah energi sosial di masyarakat menghadapi tingkat akumulasi yang sangat cepat di era milenial, terhadap tingkat persepsi berpikir, tingkat perubahan kebutuhan masyarakat, sehingga perlu dirumuskan kembali pemahaman arti “sehat” dalam kondisi kekinian dan masa mendatang.

            Konsep hidup sehat itu sendiri secara sederhana mungkin tidak perlu dirumuskan. Sebab masyarakat yang berpendidikan rendah sekalipun sudah mengerti apa yang harus diaplikasikan, sebagai kemasan perilaku masyarakat untuk meningkatkan produktivitas dan disiplin nasional, terhadap orientasi pembangunan bangsa yang berdaulat.

            Talcot Parson dalam “Essays Sociology” menyatakan, fenomena peradaban masyarakat yang berkembang senantiasa memiliki ide-ide atau suatu sikap motivasi yang menjadi ukuran maju mundurnya suatu masyarakat. Konsep hidup sehat dapat menjadi salah satu indikator maju mundurnya suatu masyarakat, yaitu sejauh mana program kesehatan di masyarakat menjadi salah satu aspirasi motivator pembangunan.

            Tulisan ini bukan untuk menggurui, tetapi hanya mencoba menelaah kembali suatu konsep hidup sehat terkait dengan era milenial melalui prediksi untuk masa mendatang, terutama untuk menopang dan menautkan perkembangan inovasi digital dengan nilai-nilai kebersamaan (egalitarian) sehat untuk semua.

Model Manusia Sehat Era Milenial

            Tahun 2000 WHO pernah mencanangkan suatu program tahun sehat bagi semua (Health for all by the year two thousand). Konsep ini tentunya sangat relevan untuk era milenial ini. Kesehatan tidak semata dengan didapatnya kesejahteraan jasmani, rohani dan sosial, serta bebas dari penyakit dan kelemahan. Kesehatan tidak semata ditinjau dari prinsip kebijakan preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Kesehatan tidak semata mengikuti pendekatan psikologis John Locke, Leibniz dan Freud yang mengacu kepada interelasi dominan lingkungan terhadap energi biologis dalam perilaku sehatnya, dengan terminalnya super ego sebagai aspek sosiologis dan moral yang berfungsi sebagai alat kontrol. Konsep hidup sehat juga tidak dapat dinafikan ditinjau sisi kepuasan hidup dari Maslow, terhadap kebutuhan aktualisasi diri. Perwujudannya adalah, multidisiplin hidup dalam konsteks insan kamil menjejakkan titik sentral peran hidup sehatnya yang seimbang dengan lingkungan (equilibrium man – man environmental) yang beraplikasi kaffah  dan berdayaguna (value) untuk pembangunan bangsa.

            Bagaimana dengan model hidup sehat di era milenial ?  Sepertinya tidak mudah untuk merumuskannya. Generasi milenial adalah generasi yang bergerak dalam pacuan waktu Revolusi Industri 4.0, menguak dimensi kaca kehidupan berbeda dengan generasi sebelumnya. Strategik metabolisme tubuh yang menyeruak dalam keseharian, menunjukkan kecepatan yang saling mengejar diantara proses dan outcome. Namun dalam mekanismenya, muncul idealisme lateral dan out the box dalam merencanakan, merumuskan serta target pencapaian yang perlu dihasilkan.      Generasi milenial adalah generasi yang memiliki tuntutan kapasitas intelektualitas dan kapabilitas teknologi digital menjalani proses biokimia hidup-nya, merumuskan strategi inovasi digital menautkan sistem fisik berupa perangkat sensor dan perangkat mekatronik dan lapisan logika yang terdiri atas teknik-teknik kecerdasan buatan dan machine learning, serta lapisan komunikasi berupa kecepatan internet tinggi. Semuanya terangkum, dalam pengembangan inovasi digital masa depan bangsa yaitu robotika, kecerdasan buatan (artificial intelligent), Internet of Things (IOT) dan blockchain.

            Konsep yang diuraikan diatas menjadi tantangan tersendiri, sejauh mana konsep dan perilaku hidup sehat menjadi urat nadi dan nafas-nafas yang terus berhembus, sebagai nilai kehidupan yang dinamis. Menurut Henrik L Blum, seorang ahli kesehatan masyarakat menyatakan, faktor perilaku mempunyai peranan yang besar terhadap tingkat kesehatan setelah faktor lingkungan. Sedangkan faktor pelayanan kesehatan pengaruhnya lebih kecil dari pada faktor perilaku. Faktor perilaku sendiri merupakan suatu yang kompleks, yaitu resultan dari berbagai faktor internal maupun eksternal, psikologis maupun fisik. Perilaku ini selalu berkaitan dengan faktor diluar kesehatan, baik kondisi sosial, ekonomi maupun sifat kultural.

            Model hidup sehat generasi milenial adalah keniscayaan baru dengan menambahkan inovasi digital sebagai perangkat artifisial intelijen kesehatan. Perangkat teknologi merupakan sinergitas yang menjadi tuntutan zaman. Inovasi digital menuntut kecerdasan generasi milenial dalam mendayagunakan perangkat komputer dengan mengikuti perkembangan keilmuan di dunia, memiliki kemampuan algoritma kecerdasan dalam matematika, mengembangkan abstraksi dan imajinasi serta merekonstruski bahasa mesin, sebagai perangkat kehidupan berdimensi sehat secara sosial, dengan pengertian sehat untuk semua. Dengan demikian, konsep hidup sehat yang selama ini dianut merupakan sisi hulu yang memuat kebijakan dasar nafas filosofi dan perilaku hidup sehat yang berbasiskan kalbu, sedangkan konsep hidup sehat milenial merupakan sisi hilir yang memuat jejaring digital sebagai networking bergeraknya amal hidup sehat yang lebih baik.

Metabolisme Kesehatan Bangsa

            Metabolisme tubuh adalah jalinan sirkulasi hidup tanpa henti, terwujudkan dalam kerangka kognitif, afektif dan psikomotorik. Fleksibilitas dan dinamik tubuh merupakan cermin yang mengejawantahkan kekuatan cahaya yang dipantulkan, dalam  kontribusi dan amaliah keseharian. Metabolisme tubuh, bukanlah proses yang sederhana, dia tumbuh sejak ruh ditiupkan yang kemudian berlanjut dalam proses tumbuh kembang. Proses tumbuh kembang menjadi awal dimensi sirkulasi tubuh bergerak mengisi oksigenisasi organ-organ tubuh untuk menampilkan kekuatan ego akal dan kalbu membangun ketahanan  tubuh berkekuatan kompetensi. Kompetensi tubuh menjadi validitas utama, bahwa fisik tubuh didukung oleh kekuatan jiwa dapat bertarung menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

            Metabolisme tubuh yang utuh adalah perwujudan terpenuhinya supply – demand  energi yang dibangun. Energi tersebut terbentuk sebagai proses yang panjang, mencakup fisik, biokimia, hormonal dan sistem kekebalan tubuh. Terdapat suatu kompleksitas mekanisme tersendiri melalui berbagai pathway didalam sel dan sangat molekuler, terjalin sinyal-sinyal siklus creb pembentukan energi      berkelanjutan, sehingga detak jantung, nafas, kecerdasan berfikir, dan empati sosial berada dalam keseimbangan. Dengan demikian pemenuhan asupan energi yang “halalan thoyyiban” menjadi gizi utama untuk pemenuhan metabolisme tubuh yang baik.

            Bagaimana dengan Metabolisme Kesehatan Bangsa ? Bangsa-pun memerlukan sumber energi berkesinambungan untuk tetap sehat. Bangsa Indonesia dengan keanekaragaman majemuk merupakan host (tubuh) yang perlu dijaga dengan memanfaatkan sumber-sumber energi bangsa yang sangat luas menjadi gerak metabolisme bangsa yang menegakkan kemandirian. Sumber energi bangsa (SDM, SDA dan Nasionalisme) tersebut terangkum dalam spirit memajukan Indonesia berkarakter dan berdaulat. Keterpaduan yang dibangun adalah sejauh mana menguatkan multi peran partisipasi di masyarakat sebagai alat ukur dasar spirit roda kehidupan bangsa tetap berputar pada rel kereta tujuan pembangunan bangsa yang sudah disepakati bersama. Metabolisme kesehatan bangsa perlu dipupuk dengan asupan energi tumbuh kembangnya bangsa, proses biokimia yang berbasis keilmuan (kejujuran dan integritas) serta fleksibilitas dan dinamik otot bangsa (penegakkan hukum), untuk menjaga konsistensi gerak bangsa bertumpu kepada kedua kaki yang menjejak kuat (nasionalisme ) di bumi nusantara. Metabolisme kesehatan bangsa yang terjaga adalah menyatunya segenap komponen potensi bangsa menjadi jari-jari yang kuat untuk memutar roda dibawah suatu kendali kepemimpinan bangsa yang didukung oleh rakyat.

Kesimpulan :  Energi milenial merupakan multidimensi konsep hidup sehat yang berbasiskan inovasi teknologi sebagai kekuatan metabolisme kehidupan biokimia bangsa  dan kekuatan integritas metabolisme kesehatan bangsa.           

Dr.dr.Soroy Lardo,SpPD FINASIM. Kepala Divisi Penyakit Tropik dan Infeksi Departemen Penyakit Dalam RSPAD Gatot Soebroto          

RUJUKAN

  1. Arkeman, Y. Milenial dan Inovasi Digital. Harian Republika, 23 November 2018
  2. Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia, Tahun XVI, No 2, 1985
  3. Lardo, S. Konsep Hidup Sehat : Kini dan Esok. Harian Pikiran Rakyat, 19 Desember 1986
Bagikan
Translate »