Konstruksi bangunan hidup adalah rangka-rangka yang menguatkan pilar dengan kandungan enzim beton yang kuat, sehingga konstruksi kehidupan yang terbentuk menguatkan energi akselerasi dan potensial sebagai kekuatan infrastruktur kehidupan.

Penilaian keberhasilan kehidupan tidak semata ditentukan oleh tersedianya sarana yang canggih untuk mencapai target kehidupan. Namun suatu ketulusan nilai dan komitmen membangun organisasi kehidupan yang kokoh ditentukan oleh kekuatan suatu leadership dalam menyapa dan menyentuh sanubari rakyatnya.

Konstruksi bangunan pelayanan bukanlah canggihnya infrastruktur pelayanan yang tersedia di rumah sakit. Namun adanya suatu nilai dan komitmen organisasi yang kuat dari manajemen rumah sakit, untuk turun kebawah menyapa setiap petugas kesehatan  dari berbagai lini pelayanan dan keahlian multidisiplin sebagai suatu bangunan yang utuh.

Setiap bangunan tentunya memiliki persyarakat agar konstruksinya dapat kokoh dan kuat mengakar ke tanah. Demikian pula dengan konstruksi bangunan pelayanan,  terdapatnya suatu rajutan sistem pelayanan yang mengikuti pola lebah, yaitu berkesinambungannya berbagai rajutan struktur pelayanan di rumah sakit yang selalu mengikuti  SOP dan SPM dan  diimpelementasikan  dalam bentuk tercapainya pelayanan yang paripurna ( mutu dan keselamatan pasien)

Sinergitas Pranata Pelayanan Medis di rumah sakit menentukan perspektif apa yang akan dibangun dan ditata di masa depan. Pola konklusi yang dapat dikembangkan adalah, sejauh mana integrasi pelayanan yang berjalan dalam konteks faktual dapat mengiringi ataupun mendekati suatu pola ideal jalur pelayanan.

Pola ideal jalur pelayanan adalah merajutnya kegiatan pelayanan yang beriringan dengan kebijakan, SOP dan Standar Pelayanan Medis. Hal tersebut tentunya sulit dicapai bagi rumah sakit yang memiliki karakteristik problematika berbeda.

Kemampuan yang dapat dilaksanakan oleh rumah sakit adalah, sejauh mana peran rumah sakit menempatkan sebagai problem solving dalam setiap monitoring dan evaluasi pelayanannya. Peran berbagi dan menjembatani menjadi pola penting yang perlu dikembangkan secara berkesinambungan.

Kesimpulan : Konstruksi bangunan kehidupan merupakan infrastruktur komitmen nilai kehidupan leadership untuk menyapa dan menyentuh sanubari rakyatnya. Konstruksi bangunan pelayanan rumah sakit merupakan infrastruktur manajemen rumah sakit berkomitmen berkesinambungan merajut kebersamaan dengan anggotanya

Demikian sharing ke 10 (Penutup) : Pranata Pelayanan Rumah Sakit Rujukan dan Akreditasi kehidupan ……..

Doakan ya,,,, buku kecil dapat launching dengan judul :

Membangun Pranata Pelayanan Rumah Sakit Rujukan. Sedang diurus ISBN-nya

Bagikan
Translate »