Sahabat Muda Peneliti dan Bangsa yang Sunyi

        

       “Dokter Soroy jika berkenan sampel penelitian S3 di UGM bisa digunakan penelitian dengue untuk dua siswa SMA Budi Mulia Dua Yogya, Amelinda dan Alifah  yang akan dilombakan untuk peneliti muda di LIPI dengan judul : Dengue Test Strip : Aplikasi Properti Serat Sutra (Bombyx morei) terhadap metode Indirect Elisa” . Penelitiannya tersebut mendapat juara pertama sebagai The Most Innovative Award di LIPI dan lolos seleksi INTEL ISEF ke USA 2018. Penelitian kami tentang Antibodi NS1 pada Demam Berdarah Dengue, Kajian Aspek Klinis sebagai Fungsi Prediktor dan Protektif, Alhamdulillah sampelnya bisa digunakan untuk penelitian lain, sebagai jariah kehidupan. Secara hakiki sebenarnya, hasil penelitian itu  dapat dibuka untuk publik dan memberikan kemanfaatan untuk kajian berikutnya menuju EBM (Evidence Base Medicine) yang lebih baik, dalam kotak amal jariah. Namun dalam perjuangan peneliti muda ini (Amelinda dan Alifah) terdapat kisah mengharubiru dalam tabir belakang layar  dalam konsistensi mereka meneliti dan berprestasi. Ditengah pergelutan dan perjuangan, kerja keras yang menuai kelelahan kedua peneliti muda ini, spirit membaja untuk mengikuti seleksi dan lomba peneliti muda LIPI dengan nilai yang terbaik. Dalam naungan awan penelitian yang meredup, salah satu peneliti muda Alifah  didiagnosis sebagai Tumor Paru. Namun spirit meneliti tetap bercahaya, prinsip keduanya, selama matahari menyinari  cahayanya, nilai juang dan kontribusi meneliti tetap motor penggerak penelitian. Negara kita adalah negara yang besar, potensi alam dan jaringan lingkungan kehidupan yang menaunginya, membutuhkan peneliti peneliti muda yang dapat membangkitkan generasinya menapak bangsanya, untuk membuktikan penelitian merupakan salah satu aset bangsa. Kita masih bangsa yang sunyi menyikapi potensi peneliti muda, bahwa mereka akan membangun  inovasi baru yang membawa kapal bangsa berlayar ke pelabuhan inovasi keilmuan, yang merebak sebagai teknologi untuk rakyat. Hari Rabu tgl 17 Januari Alifah meninggalkan kita di RSU dr Muwardi Solo. Sungguh kita telah kehilangan salah satu bunga peneliti yang akan mekar dalam konstelasi penelitian untuk bangsa.

Terimakasih Alifah, Semoga Allah SWT Al Khabir (Maha Teliti) memberikan naungan kasih sayangNya.

Bagikan

Comments are closed.